Esteticalifeguzellik – Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tak ada habisnya, dan salah satu permata tersembunyinya terletak di Kalimantan Selatan. Wisata Pasar Terapung Lok Baintan bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan sebuah panggung budaya yang telah bertahan selama ratusan tahun. Terletak di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pasar ini merupakan manifestasi nyata dari kehidupan masyarakat “Banjar” yang sangat bergantung pada sungai.
Berbeda dengan pasar terapung modern di kota-kota besar yang sudah banyak tersentuh komersialisasi, Lok Baintan tetap mempertahankan keasliannya. Di sini, Anda tidak akan menemukan bangunan beton di atas air, melainkan ratusan perahu kayu kecil yang disebut jukung, berdesak-desakan dengan latar belakang kabut pagi yang magis.
Sejarah dan Keaslian Budaya Lok Baintan

Pasar Terapung Lok Baintan sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar pada abad ke-18. Lokasinya yang strategis di aliran Sungai Martapura menjadikannya titik temu para petani dari desa-desa sekitar untuk menjual hasil bumi mereka. Yang membuat tempat ini luar biasa adalah bertahannya tradisi Barter (dalam bahasa lokal disebut Bapapadangan).
Meskipun mata uang rupiah sudah menjadi alat tukar utama, jangan heran jika Anda masih melihat seorang ibu-ibu (yang akrab disapa Acil) menukar sekeranjang jeruk dengan sekarung beras. Keaslian inilah yang membuat Wisata Pasar Terapung Lok Baintan masuk ke dalam daftar warisan budaya tak benda yang diakui secara nasional.
Waktu Terbaik dan Cara Menuju Lokasi
Untuk menikmati pengalaman terbaik, Anda harus menjadi “manusia pagi”. Pasar ini memiliki durasi operasional yang sangat singkat namun sangat intens.
Kapan Harus Datang?
Pasar mulai menggeliat setelah salat Subuh, sekitar pukul 05.30 WITA, dan mencapai puncaknya pada pukul 06.30 hingga 07.30 WITA. Lewat dari pukul 09.00 pagi, kerumunan jukung akan mulai bubar karena para pedagang kembali ke rumah atau lanjut menjajakan dagangannya ke kampung-kampung di sepanjang tepian sungai.
Kunjungan paling spektakuler biasanya terjadi pada hari Jumat dan Minggu, atau saat musim panen buah (seperti durian, rambutan, dan jeruk). Pada saat itu, jumlah pedagang bisa mencapai ratusan, memenuhi permukaan sungai dengan warna-warni buah segar.
Akses Transportasi
Ada dua cara utama untuk mencapai lokasi wisata ini dari pusat Kota Banjarmasin:
-
Jalur Sungai (Sangat Direkomendasikan): Anda bisa menyewa Klotok (perahu bermesin khas Banjar) dari dermaga di Banjarmasin seperti Siring Piere Tendean. Perjalanan menyusuri sungai memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam. Keunggulannya, Anda bisa menikmati pemandangan aktivitas warga di pinggir sungai saat fajar menyingsing.
-
Jalur Darat: Perjalanan darat memakan waktu sekitar 60 menit menggunakan mobil atau motor. Namun, jalur darat tetap mengharuskan Anda menyewa perahu kecil setibanya di tepi sungai agar bisa berinteraksi langsung dengan pedagang di tengah air.
Pengalaman Unik, Sarapan di Atas Jukung

Salah satu daya tarik utama Wisata Pasar Terapung Lok Baintan adalah sensasi kulinernya. Bayangkan Anda duduk di atas perahu yang bergoyang pelan, sementara di depan Anda terdapat perahu lain yang menjual makanan tradisional panas.
Beberapa kuliner wajib coba di sini antara lain:
-
Soto Banjar: Ketupat dengan kuah bening berbumbu rempah, suwiran ayam, dan soun.
-
Ketupat Kandangan: Berbeda dengan soto, ini menggunakan ikan haruan (gabus) asap dan kuah bersantan.
-
Wadai Banjar: Berbagai kue tradisional seperti Bingka, Hamparan Tatak, dan Apem yang manis dan gurih.
-
Teh dan Kopi: Menikmati minuman hangat di tengah udara pagi sungai yang dingin adalah pengalaman yang sangat berkesan.
Cara memesannya pun unik. Pedagang akan menggunakan galah kayu panjang untuk menyodorkan piring atau mengambil uang jika posisi perahu mereka cukup jauh dari perahu Anda.
Menjadi Surga Fotografi, Estetika Para “Acil” dan Toping Tanggui
Bagi pecinta fotografi, Lok Baintan adalah “medan tempur” yang sangat memuaskan. Ikon dari pasar ini adalah para Acil (sebutan untuk ibu/bibi dalam bahasa Banjar) yang mengenakan Tanggui. Tanggui adalah topi caping lebar yang terbuat dari daun nipah, berfungsi untuk melindungi mereka dari panas matahari dan percikan air sungai.
Pemandangan ratusan jukung yang saling mengaitkan dayungnya (tradisi Badagang) menciptakan pola visual yang artistik dari ketinggian maupun dari sudut pandang air. Cahaya matahari pagi yang menyeruak di antara pepohonan pinggir sungai memberikan efek lighting alami yang sempurna untuk mengabadikan momen kehidupan lokal.
Peran Wisata Lok Baintan dalam Ekonomi Kreatif Lokal
Keberadaan Wisata Pasar Terapung Lok Baintan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga menjadi penopang ekonomi kreatif bagi warga Kabupaten Banjar. Masyarakat tidak hanya menjual buah dan sayur, tetapi kini mulai berkembang ke sektor jasa seperti:
-
Penyewaan perahu Klotok untuk turis.
-
Penjualan kerajinan tangan khas Kalimantan.
-
Jasa pemandu wisata lokal yang menceritakan sejarah sungai.
Pemerintah daerah pun terus berupaya menjaga keaslian pasar terapung lok baintan ini dengan memberikan bantuan berupa peremajaan jukung kayu bagi para pedagang agar estetika pasar tetap terjaga dari unsur plastik atau mesin yang bisa merusak nuansa tradisional.
Tips Berkunjung ke Pasar Terapung Lok Baintan

Agar perjalanan Anda lancar dan menyenangkan, perhatikan beberapa tips berikut:
-
Siapkan Uang Tunai Kecil: Sebagian besar transaksi bernilai kecil (di bawah Rp 50.000), jadi siapkan uang pas untuk mempermudah transaksi di atas air.
-
Gunakan Pakaian Nyaman: Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan alas kaki yang tidak licin, karena Anda akan sering berpindah-pindah posisi di dalam perahu.
-
Bawa Kamera dengan Pelindung Air: Meski jarang terjadi kecelakaan, percikan air dari perahu bermesin (klotok) bisa mengenai peralatan elektronik Anda.
-
Hargai Privasi Pedagang: Mintalah izin secara sopan jika ingin memotret wajah para pedagang secara close-up. Sebagian besar dari mereka sangat ramah, apalagi jika Anda juga membeli dagangan mereka.
-
Jaga Kebersihan Sungai: Jangan membuang sampah makanan atau plastik ke Sungai Martapura. Mari kita jaga kelestarian alam agar anak cucu tetap bisa menikmati keindahan ini.
Warisan yang Harus Terus Mengalir
Wisata Pasar Terapung Lok Baintan adalah bukti bahwa modernitas tidak harus selalu menghapus tradisi. Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern di daratan, pasar terapung lok baintan ini tetap bertahan sebagai identitas budaya Kalimantan Selatan. Mengunjungi tempat ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap sejarah maritim Indonesia.
Kehangatan senyum para Acil, rasa gurih Soto Banjar di atas air, dan pemandangan matahari terbit di ufuk sungai Martapura akan menjadi memori yang tak terlupakan bagi siapa pun yang berkunjung. Jika Anda mencari destinasi yang autentik, berkarakter, dan penuh warna, Lok Baintan adalah jawabannya.
