Esteticalifeguzellik – Pernahkah Anda membayangkan sebuah tempat di mana air lautnya begitu bening hingga Anda bisa melihat bayangan penyu yang berenang dari atas dermaga? Sebuah tempat di mana polusi suara digantikan oleh deburan ombak yang tenang dan sapaan ramah masyarakat pesisir? Jika jawaban Anda adalah ya, maka Pulau Derawan di Kalimantan Timur adalah destinasi yang selama ini Anda cari.
Sering dijuluki sebagai “Maladewa-nya Indonesia”, Kepulauan Derawan bukan sekadar deretan pulau cantik. Ia adalah jantung dari segitiga terumbu karang dunia yang menyimpan kekayaan biodiversitas bawah laut yang sulit tertandingi. Artikel ini akan membedah secara mendalam mengapa Pulau Derawan harus menempati urutan teratas dalam daftar rencana perjalanan Anda tahun ini.
Pesona Visual Pulau Derawan, Menembus Jernihnya Kristal di Beranda Kalimantan

Alasan pertama yang akan membuat Anda jatuh cinta pada pandangan pertama adalah kualitas airnya. Pulau Derawan dikelilingi oleh air laut yang memiliki gradasi warna dari hijau toska yang cerah hingga biru tua yang dalam. Kejernihan air di sini sangat konsisten, sehingga bagi Anda yang tidak bisa berenang sekalipun, Anda tetap bisa menikmati keindahan terumbu karang dan ikan warna-warni hanya dengan duduk di pinggir jembatan kayu yang membentang ke tengah laut.
Pulau ini didominasi oleh penginapan bergaya water cottage. Bayangkan Anda bangun di pagi hari, membuka jendela, dan langsung disambut oleh hamparan laut lepas. Tidak ada hiruk pikuk kendaraan bermotor, hanya ada suara burung camar dan semilir angin laut. Keindahan visual ini adalah terapi alami bagi jiwa yang lelah dengan rutinitas perkotaan.
Berenang Bersama “Sang Penjaga Laut”: Kerajaan Penyu Hijau
Jika ada satu hewan yang menjadi ikon Pulau Derawan, ia adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas). Derawan merupakan salah satu habitat penyu hijau terbesar di Indonesia. Di pulau ini, penyu bukanlah pemandangan langka yang hanya bisa dilihat melalui teleskop. Mereka ada di mana-mana.
Anda bisa melihat penyu-penyu raksasa ini sedang mencari makan di bawah dermaga penginapan atau saat Anda sedang melakukan snorkeling santai di pinggir pantai. Hewan ini sangat tenang dan terbiasa dengan keberadaan manusia, selama kita tetap menjaga jarak dan tidak menyentuh mereka. Sensasi berenang berdampingan dengan penyu yang sedang bergerak lambat di kedalaman laut akan memberikan rasa damai yang magis. Selain itu, pada malam-malam tertentu, Anda juga bisa menyaksikan proses penyu bertelur di tepi pantaiāsebuah keajaiban siklus hidup yang sangat mengedukasi.
Menjelajah Labirin Tanpa Sengat, Ubur-Ubur Kakaban yang Unik

Mengunjungi Wisata Pulau Derawan Kalimantan Timur tidak lengkap tanpa melakukan perjalanan singkat ke pulau tetangganya, Pulau Kakaban. Mengapa Kakaban begitu istimewa? Pulau ini memiliki danau air payau di tengahnya yang terbentuk akibat pergeseran geologi ribuan tahun lalu, sehingga air laut terperangkap di dalamnya.
Di dalam Danau Kakaban, hidup jutaan ubur-ubur yang telah kehilangan kemampuan menyengatnya karena tidak adanya predator alami di dalam danau tersebut selama jutaan tahun. Anda bisa berenang di tengah kerumunan ubur-ubur transparan dan kecokelatan ini tanpa rasa takut. Merasakan tekstur ubur-ubur yang kenyal seperti jeli menyentuh kulit Anda (secara tidak sengaja) adalah pengalaman yang sangat unik dan hanya bisa ditemukan di sangat sedikit tempat di dunia. Ini adalah alasan kuat mengapa Anda harus segera mengemas koper; tempat seperti ini sangat langka dan harus dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup.
Keajaiban Bawah Laut Maratua dan Sangalaki
Pulau Derawan adalah gerbang menuju pulau-pulau eksotis lainnya dalam satu gugusan. Dua di antaranya yang paling fenomenal adalah Maratua dan Sangalaki.
-
Maratua: Dikenal dengan sebutan “Paradise Island”, Maratua memiliki palung laut yang menakjubkan. Di titik-titik penyelaman tertentu seperti Big Fish Country, penyelam profesional bisa bertemu dengan gerombolan ikan barakuda yang membentuk pusaran (vortex), ikan hiu karang, hingga pari elang. Maratua juga memiliki resor-resor mewah yang sangat cocok bagi Anda yang sedang merencanakan bulan madu.
-
Sangalaki: Jika Derawan adalah rumah penyu, maka Sangalaki adalah “Kerajaan Pari Manta”. Di perairan sekitar Sangalaki, plankton sangat melimpah, sehingga menarik kawanan Pari Manta raksasa untuk datang dan mencari makan. Melihat makhluk anggun ini “terbang” di dalam air dengan bentang sayap yang bisa mencapai 5 meter adalah momen yang akan membuat siapa pun terpana.
Kehangatan Budaya Pesisir dan Kuliner Khas Suku Bajau
Selain keindahan alamnya, alasan mengapa Anda harus segera ke Derawan adalah interaksi dengan masyarakatnya. Penduduk asli di sini mayoritas adalah Suku Bajau, yang dikenal sebagai “Gipsi Laut”. Mereka memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan laut.
Berjalan-jalan di pemukiman penduduk pada sore hari akan memberikan Anda perspektif baru tentang kesederhanaan. Anda bisa melihat anak-anak kecil yang sudah mahir mendayung sampan atau melihat ibu-ibu setempat menjemur hasil laut. Jangan lewatkan untuk mencicipi Tehe-tehe, kuliner khas yang terbuat dari cangkang bulu babi yang diisi dengan nasi ketan dan dimasak dengan santan. Rasanya gurih, unik, dan mencerminkan kekayaan rasa pesisir Kalimantan yang otentik.
Tips Perjalanan, Cara Menuju Derawan dan Persiapan Penting

Meskipun letaknya berada di ujung Kalimantan Timur, akses menuju Pulau Derawan kini sudah jauh lebih mudah. Anda bisa mengambil penerbangan menuju Bandara Kalimarau di Berau atau Bandara Maratua jika ingin langsung ke pulau luar. Dari Berau, Anda akan menempuh perjalanan darat selama 2-2,5 jam menuju Pelabuhan Tanjung Batu, kemudian dilanjutkan dengan speedboat selama 30-45 menit.
Beberapa tips penting sebelum Anda berangkat:
-
Bawa Uang Tunai Secukupnya: Meskipun beberapa penginapan sudah menerima transfer, mesin ATM masih sangat terbatas di pulau.
-
Gunakan Tabir Surya Ramah Lingkungan (Reef Safe): Bahan kimia dalam tabir surya biasa dapat merusak terumbu karang. Mari menjadi wisatawan yang bertanggung jawab.
-
Bawa Kamera Underwater: Anda akan menyesal jika tidak mengabadikan momen bersama penyu atau ubur-ubur Kakaban.
-
Waktu Terbaik: Kunjungi antara bulan April hingga Oktober saat cuaca cenderung cerah dan laut sedang tenang.
Kesimpulan
Pulau Derawan bukan hanya sekadar destinasi wisata; ia adalah potongan surga yang jatuh ke bumi Kalimantan. Dari kejernihan air yang menghipnotis, interaksi intim dengan penyu hijau, hingga keunikan danau ubur-ubur Kakaban, setiap sudut kepulauan ini menawarkan cerita yang tak akan habis diceritakan.
Keindahan Derawan adalah pengingat betapa kayanya alam Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Segera ambil koper Anda, pesan tiket ke Berau, dan bersiaplah untuk kehilangan kata-kata saat kaki Anda menyentuh pasir putih Pulau Derawan. Dunia bawah laut yang ajaib sedang menanti kehadiran Anda.
