Esteticalifeguzellik – Indonesia bagian timur memang tidak pernah berhenti menawarkan kejutan bagi para pencinta wisata alam. Jika Papua memiliki Raja Ampat dan Maluku memiliki Banda Neira, maka Maluku Utara memiliki permata yang tak kalah berkilau: Pantai Sulamadaha.
Terletak di Pulau Ternate, pantai ini telah lama menjadi buah bibir di kalangan petualang domestik maupun mancanegara. Bukan karena hamparan pasir putihnya yang luas—karena Sulamadaha justru unik dengan karakter batuan dan pasir hitamnya—melainkan karena kejernihan airnya yang luar biasa hingga dijuluki sebagai “Kaca Cair”. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri setiap sudut pesona Sulamadaha, mulai dari sejarahnya hingga tips perjalanan untuk menikmati surga tersembunyi ini secara maksimal.
Mengenal Pantai Sulamadaha, Lebih dari Sekadar Pantai Biasa

Pantai Sulamadaha terletak di Desa Sulamadaha, Kecamatan Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Jaraknya sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Ternate, yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 hingga 45 menit perjalanan darat. Begitu menginjakkan kaki di kawasan ini, Anda mungkin akan sedikit terkejut karena bagian depan pantai ini didominasi oleh pasir hitam yang berkilau di bawah sinar matahari. Pasir hitam ini merupakan bukti dari aktivitas vulkanik Gunung Gamalama yang menjadi latar belakang Pulau Ternate.
Namun, daya tarik utama Sulamadaha sebenarnya bukan di bibir pantai utamanya, melainkan di sebuah teluk kecil berbentuk huruf “U” yang letaknya sedikit tersembunyi. Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang tertata rapi di pinggir tebing selama sekitar 10 menit. Perjalanan singkat ini tidak akan terasa melelahkan karena mata Anda akan dimanjakan oleh pemandangan laut lepas dengan Pulau Hiri yang tampak megah di seberang sana.
Fenomena “Kaca Cair” di Teluk Saomadaha
Satu alasan utama mengapa Pantai Sulamadaha begitu populer adalah kejernihan air di area teluknya yang dikenal dengan nama Teluk Saomadaha. Kejernihannya sangat ekstrem, sehingga perahu-perahu kayu yang bersandar di atasnya tampak seperti sedang melayang di udara. Bayangan perahu jatuh tepat ke dasar laut yang dangkal, menciptakan ilusi optik yang memukau.
Istilah “Kaca Cair” bukanlah hiperbola. Air laut di sini sangat tenang, nyaris tanpa riak karena terlindungi oleh tebing-tebing karang di sisi kiri dan kanan. Kejernihan ini memungkinkan siapapun untuk melihat terumbu karang, ikan-ikan kecil, dan hamparan lamun di dasar laut tanpa perlu menyelam. Bagi para fotografer, fenomena perahu melayang ini adalah bidikan wajib yang membuat Sulamadaha viral di berbagai platform media sosial dunia.
Surga Snorkeling dan Diving yang Tersembunyi
Bagi Anda yang gemar beraktivitas di dalam air, Pantai Sulamadaha menawarkan pengalaman snorkeling yang sulit dilupakan. Meskipun areanya tidak seluas taman nasional laut lainnya, ekosistem bawah laut di Teluk Saomadaha sangat sehat dan terjaga.
Begitu Anda menceburkan diri, Anda akan langsung disambut oleh kawanan ikan karang yang berwarna-warni. Terumbu karang jenis hard coral maupun soft coral tumbuh dengan subur di sini. Arusnya yang sangat tenang menjadikan tempat ini sangat aman bagi pemula yang ingin belajar snorkeling. Selain itu, suhu airnya yang hangat khas perairan tropis akan membuat Anda betah berlama-lama mengeksplorasi setiap sudut bawah lautnya. Bagi penyelam profesional, area di luar teluk menawarkan tantangan lebih dengan dinding-dinding karang (drop-off) yang lebih dalam dan arus yang lebih kuat.
Pulau Hiri, Latar Belakang yang Menambah Keanggunan

Jika Anda memandang ke arah laut dari Wisata Pantai Sulamadaha Maluku Utara, mata Anda akan tertuju pada sebuah pulau berbentuk kerucut hijau yang menjulang dari permukaan laut. Itulah Pulau Hiri. Dahulu, Pulau Hiri pernah menjadi tempat pengungsian Sultan Ternate saat menghadapi penjajah. Kini, pulau tersebut berfungsi sebagai latar belakang estetis yang melengkapi kecantikan Sulamadaha.
Keberadaan Pulau Hiri memberikan efek dramatis, terutama saat matahari mulai terbenam. Cahaya oranye yang memantul di permukaan laut tenang Sulamadaha, berpadu dengan siluet Pulau Hiri, menciptakan suasana magis yang romantis. Banyak wisatawan memilih untuk menyewa perahu kayu dari Sulamadaha untuk menyeberang ke Pulau Hiri demi mencari ketenangan yang lebih mendalam atau sekadar mengeksplorasi desa-desa nelayan yang autentik di sana.
Kuliner Khas Maluku Utara di Tepi Pantai
Wisata ke Sulamadaha tidak akan lengkap tanpa mencicipi sajian kuliner lokal yang dijajakan di sepanjang jalan setapak menuju teluk. Masyarakat setempat telah menyediakan gazebo-gazebo kayu untuk bersantai sambil menikmati hidangan.
Salah satu yang wajib dicoba adalah Pisang Goreng Mulut Bebek. Pisang ini merupakan jenis pisang khas Ternate yang bentuknya panjang dan pipih, disajikan dengan sambal roa yang pedas gurih. Selain itu, Anda bisa menikmati segarnya kelapa muda sambil menghirup aroma laut yang bersih. Bagi yang menginginkan makanan berat, biasanya tersedia ikan bakar segar dengan sambal dabu-dabu atau colo-colo khas Maluku yang sangat menggugah selera. Menikmati makanan lezat di tengah hembusan angin laut dan pemandangan “kaca cair” adalah definisi kemewahan yang sederhana.
Waktu Terbaik dan Akses Menuju Lokasi

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, kunjungan ke Pantai Sulamadaha sangat disarankan pada pagi hari antara pukul 08.00 hingga 11.00 WIT. Pada jam-jam tersebut, sinar matahari berada pada posisi yang tepat untuk menembus air hingga ke dasar, sehingga efek “kaca cair” dan perahu melayang terlihat paling maksimal. Selain itu, pada pagi hari air laut cenderung lebih tenang dan belum banyak dikunjungi orang, memberikan kesan “private beach”.
Akses menuju Sulamadaha sangat mudah. Jika Anda berangkat dari Bandara Sultan Babullah Ternate, Anda bisa menyewa mobil atau motor. Jalanan menuju pantai sudah beraspal mulus dengan rute yang mengitari lereng Gunung Gamalama. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan perkebunan cengkeh dan pala yang merupakan komoditas utama sejarah “The Spice Islands”.
Tips Berkunjung: Menjaga Kelestarian Sang “Kaca Cair”
Sebagai wisatawan yang bertanggung jawab, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengunjungi Pantai Sulamadaha:
-
Jangan Membuang Sampah: Kejernihan air Sulamadaha sangat rentan terhadap pencemaran. Pastikan Anda tidak meninggalkan sampah plastik sekecil apapun, terutama di area teluk.
-
Gunakan Sunscreen Ramah Lingkungan: Zat kimia dalam sunscreen biasa dapat merusak terumbu karang. Pilihlah produk yang reef-safe.
-
Hindari Menginjak Karang: Saat ber-snorkeling, pastikan kaki Anda tidak menginjak atau mematahkan terumbu karang. Gunakan pelampung jika Anda tidak mahir berenang untuk menjaga posisi tetap mengapung di permukaan.
-
Bawa Uang Tunai: Sebagian besar pedagang lokal di sini belum menyediakan fasilitas pembayaran digital.
Pantai Sulamadaha, Jantung Keindahan Ternate
Pantai Sulamadaha adalah bukti nyata bahwa keindahan alam Indonesia tidak ada habisnya. Ia bukan sekadar tempat wisata, melainkan sebuah simfoni alam yang menggabungkan sejarah vulkanik, kejernihan laut yang magis, dan keramahan penduduk lokal Maluku Utara. “Kaca Cair” di Sulamadaha akan selalu menunggu siapa saja yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan kembali menyatu dengan ketenangan air yang murni.
Jika Anda berencana melakukan perjalanan ke wilayah timur Indonesia, pastikan Sulamadaha masuk ke dalam daftar prioritas Anda. Keindahannya akan membekas dalam ingatan, mengingatkan kita betapa berharganya alam yang harus kita jaga bersama.
